Fakta Diet Keto, Tidak Boleh Sembarang Dilakukan?
1. Diet Tinggi Lemak
Diet keto menerapkan pola makan tinggi lemak dan rendah karbohidrat. Dalam kondisi normal, asupan lemak yang dikonsumsi adalah 20 hingga 30 persen, sedangkan pada diet keto asupan lemak mencapai 60 hingga 70 persen. Ahli diet keto menyatakan bahwa metode ketogenik ini mampu membantu menurunkan berat badan dengan lebih cepat dengan tetap memberikan energi bagi tubuh meski tidak mengonsumsi karbohidrat yang biasanya dikonsumsi tubuh.
2. Membuat Tubuh Ketosis
Ketosis terjadi pada tubuh saat seseorang tidak mengonsumsi kerbohidrat atau mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah yang sangat sedikit. Akibatnya, jumlah karbohidrat yang menurun ini membuat glukosa dalam tubuh juga ikut turun. Sehingga tubuh akan memecah lemak sebagai sumber energi, hasil pemecahan lemak ini disebut ketosis. Jadi ketika menjalani diet keto ini, tubuh sengaja dibuat mengalami ketosis.
3. Berat Badan Tidak Mudah Naik
Diet ini pertama kali dikenalkan oleh dr. Gianfranco Cappelo, seorang profesor dari Universitas Sapienza, Italia. Ia menemukan bahwa lebih dari 19 ribu orang yang menjalani diet ini berhasil menurunkan berat badan dengan efek samping yang sangat kecil. Selain itu diketahui pula bahwa berat badan tidak mengalami kenaikan yang siginifikan setelah setahun menjalani diet ini.
4. Harus Diawasi Dokter
Meskipun dianggap cepat dapat menurunkan berat badan. Tidak semua ahli sependapat dengan metode diet keto. Seorang ahli nutrisi dari Cleveland, Lisa Cimperman menyatakan bahwa ia kurang setuju dengan diet keto. Menurutnya, ketika tubuh masuk dalam kondisi ketosis maka massa otot akan hilang dan tubuh jadi kelelahan. Menurut ahli lainnya juga, metode diet keto ini hanya boleh dilakukan untuk jangka waktu yang singkat dan dalam prosesnya harus di pantau ketat oleh ahli. Lisa berpendapat bahwa diet keto berpotensi untuk merusak otot termasuk otot jantung sehingga sebaiknya diet ini tidak dilakukan dalam jangka panjang.
Comments
Post a Comment